Ratna Yulianingthias>

Teoritika Etika Dan Bisnis



 
1.    Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yaitu Adat Istiadat. Etika merupakan nilai-nilai, tata cara, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain yang terwujud dalam pola perilaku dan dilakukan berulang dalam waktu yang lama. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.
1.1  Norma Umum
Norma Umum bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Norma Sopan Santun atau norma etiket : norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari. Etika tidak sama dengan Etiket, Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata krama.
-          Norma Hukum: norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
-          Norma Moral: aturan mengenai sikap dan perilaku manusia
1.2  Teori etika Deontologi
Berasal dari kata  Yunani “deon” yaitu kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
-          Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
-          Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.
-          Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
1.3   Teori Etika Teleologi
Berasal dari kata Yunani,  telos = tujuan yaitu Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Contoh: seorang anak kecil yang mencuri demi biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit (tidak dinilai baik atau buruk berdasarkan tindakan, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Kalau tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik).  Atas dasar ini, dapat dikatakan bahwa etika teleologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan bisa sangat tergantung pada situasi khusus tertentu.Adapun Alirannya adalah:
a.       Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme -> tindakan setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Egoisme akan menjadi persoalan yang serius ketika cenderung menjadi hedonistis ( ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar)
b.      Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin “utilis” yaitu Bermanfaat. Menurut teori ini, suatu tindakan atau perbuatan dikatakan baik jika membawa manfaat, tidak hanya 1 atau 2 orang saja melainkan bermanfaat untuk masyarakat. Dalam rangka pemikirannya, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu tindakan atau perbuatan adalah kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
                                             -            Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
                                             -            Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)

2.        Bisnis Sebuah Profesi Etis
2.1     Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :
a.       Etika Umum
Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
b.      Etika Khusus
Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Etika Khusus dibagi menjadi 3 :
                                                  -            Etika Individual, lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
                                                  -            Etika Sosial, berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya. Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain.
                                                  -            Etika Lingkungan Hidup, berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.
2.2     Etika Profesi
Pengertian Profesi, Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.
Orang Profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Atau Orang yang profesional adalah orang yg melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjan tersebut.
Ciri-ciri Profesi :
a.       Adanya keahlian dan ketrampilan khusus.
b.      Adanya komitmen moral yang tinggi.
c.       Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya.
d.      Pengabdian kepada masyarakat.
e.       Pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi
tersebut.
f.       Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi.
Prinsip-prinsip Etika Profesi :
a.       Prinsip Tanggung Jawab
b.      Prinsip Keadilan
c.       Prinsip Otonomi
d.      Prinsip Integritas Moral
2.3     Menuju Bisinis Sebagai Profesi Luhur
Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.
a.    Pandangan Praktis-Realistis
Pandangan ini bertumpu pada kenyataan yang diamati berlaku dalam dunia bisnis dewasa ini. Pandangan ini didasarkan pada apa yang umumnya dilakukan oleh orang-orang bisnis. Pandangan ini melihat bisnis sebagai suatu kegiatan di antara manusia yg menyangkut memproduksi, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan.
Bisnis adalah suatu kegiatan Profit Making. Dasar pemikirannya adalah bahwa orang yg terjun ke dalam bisnis tidak punya keinginan dan tujuan lain selain ingin mencari keuntungan. Kegiatan bisnis adalah kegiatan ekonomis dan bukan kegiatan sosial. Karena itu, keuntungan itu sah untuk menunjang kegiatan bisnis. Asumsi Adam Smith :
Dalam masyarakat modern telah terjadi pembagian kerja di mana setiap orang tidak bisa lagi mengerjakan segala sesuatu sekaligus dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Semua orang tanpa terkecuali mempunyai kecenderungan dasar untuk membuat kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
b.    Pandangan Ideal
Disebut pandangan ideal, karena dalam kenyataannya masih merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis. Sebagai pandangan yang ideal pandangan ini baru dianut oleh segelintir orang yang dipengaruhi oleh idealisme berdasarkan nilai yang dianutnya.
Menurut Adam Smith, pertukaran dagang terjadi karena satu orang memproduksi lebih banyak barang sementara ia sendiri membutuhkan barang lain yang tidak bisa dibuatnya sendiri.
Menurut Matsushita (pendiri perusahan Matsushita Inc di Jepang), tujuan bisnis sebenarnya bukanlah mencari keuntungan melainkan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sedangkan keuntungan tidak lain hanyalah simbol kepercayaan masyarakat atas kegiatan bisnis suatu perusahaan. Artinya, karena masyarakat merasa kebutuhan hidupnya dipenuhi secara baik mereka akan menyukai produk perusahaan tersebut yang memang dibutuhkannya tapi sekaligus juga puas dengan produk tersebut.
Dengan melihat kedua pandangan berbeda di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa citra jelek dunia bisnis sedikit banyaknya disebabkan oleh pandangan pertama yang melihat bisnis sekadar sebagai mencari keuntungan.
Atas dasar ini, persoalan yg dihadapi di sini adalah bagaimana mengusahakan agar keuntungan yang diperoleh ini memang wajar, halal, dan fair. Terlepas dari pandangan mana yang dianut, keuntungan tetap menjadi hal pokok bagi bisnis. Masalahnya adalah apakah mengejar keuntungan lalu berarti mengabaikan etika dan moralitas? Yang penting adalah bagaimana keuntungan ini sendiri tercapai.
Salah satu upaya untuk membangun bisnis sebagai profesi yang luhur adalah dengan membentuk, mendukung dan memperkuat organisasi profesi.Melalui organisasi profesi tersebut bisnis bisa dikembangkan sebagai sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya sebagaimana dibahas disini, kalau bukan menjadi profesi luhur.

Sumber            :

FORMAT PENULISAN KARANGAN ILMIAH

A.    BAGIAN PEMBUKA
1.      Bagian Awal atau Pembuka
Bagian awal ini dimulai dari halaman judul sampai dengan abstrakpenelitian. Komponen-komponen bagian ini  secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Halaman Sampul dan Halaman Judul
Halaman sampul memuat 1) judul, 2) lambang atau logo sekolah, 3) nama dan nomor siswa, dan 4) nama sekolah.
b.      Halaman Persetujuan
Halaman persetujuan ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyusun karya ilmiah beserta nomor induk siswa, 3) tanda tangan dan nama terang pembimbing, dan 4) kata persetujuan.
c.       Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh kepala sekolah. Halaman ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyiapkan karya ilmiah, 3) kalimat pengesahan beserta tanggal, bulan, dan tahun, 4) tanda tangan dan nama terang kepala sekolah serta cap stempel.
d.      Kata Pengantar
Kata pengantar memuat informasi umum atau uraian singkattentang maksud penulisan karya ilmiah, harapan penulis terhadap penelitian (yang kemudian hasilnya ditulis dalam bentuk karya ilmiah), dan penyampaian rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam karya ilmiah.
e.       Daftar Isi
Daftar isi ini memuat secara rinci isi keseluruhan karya ilmiah beserta letak nomor halamannya, mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran. Komponen isi karya ilmiah ini dicantumkan dalam daftar isi antara lain meliputi judul-judul bab dan subbab. Penulisan daftar isi harus mempertahankan konsistensi dalam pencantuman komponen-komponen itu.
f.       Daftar Tabel dan Halaman Gambar (jika ada)
Daftar tabel dan halaman gambar berisi nomor urut halaman tempat tabel, dan gambar tersebut disajikan. Tiap-tiap jenis dikelompokkan dan diberi nomor urut tersendiri.
g.      Abstrak
Abstrak disusun dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1) nama siswa, ditulis dari belakang apabila terdiri dari dua bagian nama, 2) tahun pembuatan, 3) judul karya ilmiah (dalam tanda petik, huruf kapital hanya pada awal setiap kata), 4) kata Karya Ilmiah ditulis miring, 5) nama kota, 6) nama sekolah, 7) kata ABSTRAK Penulisan isi abstrak tersebut dituangkan dalam tiga paragraf dengan spasi tunggal. Paragraf pertama berisi uraian singkat mengenai latar belakang masalah dan tujuan penelitian. Paragraf kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Paragraf ketiga berisi hasil penelitian dan pembahasan.

B.     BAGIAN ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah menguraikan alasan-alasan serta tujuan penelitian yang menjadi fokus penelitian. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas subtansi permasalahan (akar permasalahan) . Berisi uraian tentang hal-hal yang melatar belakangi timbulnya masalah.
1.2  Rumusan masalah
Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data dan merupakan suatu permasalahan dari latar belakang.
1.3  Tujuan Penelitian
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dengan pembuatankarangan ilmiah dalam tujuan penulisan karangan ilmiah berkaitan dengan Rumusan masalah.
1.4  Manfaat Penelitian
Berisi tentang manfaat-manfaat yang terdapat dalam karangan ilmiah dan berkaitan dengan rumusan masalah yang telah diuraikan.
1.5  Batasan masalah
Bagian ini mengungkapkan cakupan masalah yang akan dibahas. Masalah yang terlalu luas harus dibatasi supaya pembahasan lebih terfokus.
1.6  Definisi Istilah (Boleh ada, boleh tidak)
Mendefinisikan kata-kata atau istilah istilah yang digunakan didalam pembuatan karangan ilmiah.

BAB II KAJIAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI
Berisi tentang pembahasan dan penelitian tentang ilmu ataupun teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli berkaitan dengan tema makalah/paper yang  dipilih. Materi yang dibahas secara teoritis dikaitkan dengan aplikasi praktis teori/ilmu tersebut dalam kenyataan kehidupan keseharian.
Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli jangan lupa mencantumkan nama, tahun atau buku yang pernah memuat teori tersebut. Sehingga sumber/nara sumbernya jelas dan tidak diragukan. Kalau membuat kutipan harap mencantumkan pula halaman di mana kutipan tersebut diambil.
Bab ini membahas tiga hal penting yaitu:
1.      Kerangka Teoretis
Dalam subbab ini diuraikan berbagai teori yang mendukung permasalahan yang diajukan. Uraian dapat mengambil dari bukubuku dengan berpedoman pada format karya ilmiah.
2.      Kerangka Pemikiran
Dari berbagai teori yang dikemukakan dalam kerangka teoretik kemudian ditentukan suatu kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian.
3.      Hipotesis (jika ada)
Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap hasil penelitian, yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis boleh tidak disertakan dalam penulisan karangan ilmiah.

BAB III METODE PENELITIAN
3.1  Subjek dan Objek
Subjek adalah semua benda, individu, atau hal yang akan diteliti.Objek merupakan bagian dari subjek yang memiliki ciri yang dimilikioleh subjek.
3.2  Metode Pengumpulan Data
Berisi cara yang digunakan untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian.
3.3  Alat Penelitian
Alat penelitian berupa alat-alat yang digunakan untuk memperoleh data. Alat data ini dapat berupa kartu data, angket, kuesioner, danlain-lain.
3.4  Metode Analisis Data
Penggunaan metode analisis data ini tergantung pada metode yang akan digunakan untuk membahas hasil penelitian.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil Penelitian
Berisi hasil-hasil penelitian yang diperoleh peneliti disertai data-datapendukung.
4.2  Pembahasan
Terhadap penelitian yang telah disajikan pada subbab di atas kemudian diadakan pembahasan. Mengapa hasilnya seperti itu? Apa kaitan hasil dengan permasalahan yang ada? Jadi, pada pembahasan ini dikemukakan pemikiran-pemikiran kreatif tentang hasil penelitianitu.

BAB V KESIMPULAN SARAN
5.1  Kesimpulan
Berisi tentang  simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.
5.2  Saran
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.

C.     BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka
Bagian ini berisi daftar semua pustaka yang dijadikan acuan atau pegangan, serta landasan penelitian. Daftar pustaka disusun atas dasar alfabetis nama pengarang tanpa nomor urut. (1) nama pengarang, (2) tahun terbit, (3) judul buku, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.

Cara Menulis Daftar Pustaka
Jika nama pengarang terdiri atas dua kata, kata kedua harus didahulukan. Misalnya, Amin Santoso ditulis Santoso, Amin. Di belakang nama diberi tanda titik (.). Nama gelar tidak perlu dicantumkan.
Tahun terbit buku diakhiri tanda titik (.) Judul buku dan subjudul (kalau ada) ditulis miring atau diberi garis bawah per kata dan diakhiri tanda titik (.) , Kota penerbit diakhiri tanda titik (.) , Nama penerbit buku diakhiri tanda titik (.)
Contoh :
Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru.

Lampiran
Berisi seluruh gambar/foto ataupun grafik atau juga data yang mendukung dalam pembuatan makalah.


Sumber : http://dinardc.blogspot.co.id/2014/03/format-penulisan-karangan-ilmiah.html

Tugas Softskill : Pengertian Economic Vale Added (EVA)

Pengertian Economic Value Added

Economic Value Added (EVA) merupakan indikator adanya penambahan nilai dari suatu investasi setiap tahun pada suatu perusahaan. EVA adalah nilai tambah ekonomis yang diciptakan perusahaan dari kegiatan atau strateginya selama periode tertentu dan merupakan salah satu cara untuk kinerja keuangan (Gloria M : 2007).
Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang Economic Value Added (EVA) dengan definisi yang berbeda- beda. Berikut adalah beberapa definisi Economic Value Added (EVA) menurut para ahli :
1.      Economic Value Added (EVA) sama dengan NOPAT dikurangi biaya modal dimana NOPAT merupakan laba operasi perusahaan setelah pajak dan mengukur laba yang diperoleh perusahaan dari operasi berjalan. Biaya modal sama dengan modal yang diinvestasikan perusahaan (juga disebut modal atau modal yang dipakai) dikalikan rata – rata tertimbang (weighted average) dari biaya modal WACC (Young & O’Byrne, 2001:39).
2.      Economic Value Added (EVA) adalah suatu tolak ukur yang menggambarkan jumlah absolute dari nilai pemegang saham (shareholer value) yang diciptakan (created) atau dirusak (destroyed) pada suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. (Tunggal, 2001:2).
3.      Hal tersebut diatas serupa dengan pengukuran keuntungan konvensional, tetapi dengan satu perbedaan penting, EVA mengukur biaya seluruh modal. Angka nilai bersih dalam laporan laba rugi hanya mempertimbangkan jenis biaya modal yang mudah dilihat bunga sementara mengabaikan biaya ekuitas. Meskipun menaksir biaya ekuitas merupakan proses subjektif, pengukuran kinerja yang mengabaikan biaya seperti itu tidak dapat mengungkapkan bagaimana perusahaan yang sukses telah menciptakan nilai bagi pemiliknya. Perbedaan lain antara EVA dengan angka keuntungan kovensional adalah EVA tidak dipakasakan oleh prinsip akuntansi yang diterima umum (Young & O’Byrne, 2001:5).

Ada beberapa hal yang membedakan antara metode Economic Value Added (EVA) dengan tolak ukur keuangan lainnya, yaitu (Gloria M : 2007) :
1.      EVA tidak dibatasi oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum. Sehingga pengguna EVA bisa menyesuaikannya dengan kondisi spesifik.
2.      EVA dapat mendukung setiap keputusan dalam perusahaan. Mulai dari investasi modal, kompensasi karyawan dan kinerja unit bisnis.
3.       Struktur EVA yang relatif sederhana membuatnya bisa digunakan oleh bagian engineering, environmental dan personil lain sebagai alat yang umum untuk mengkomunikasikan aspek yang berbeda dari kinerja keuangan.


Sejarah Munculnya Economic Value Added (EVA)

Dasar teoritis dari konsep EVA disajikan dalam kertas akademis yang dipublikasikan antara tahun 1958 dan 1961 oleh dua ekonom finansial yaitu Merton H. Miller dan Franco Modigliani, yang memenangkan hadiah nobel dalam bidang ekonomi. Mereka berargumentasi bahwa laba ekonomis (economic income) merupakan sumber penciptaan nilai (value creation) di perusahaan dan bahwa tingkat kembalian (rate of return / cost of capital) ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang diasumsikan oleh investor. Sayangnya Miller dan Modigliani tidak memberikan teknik untuk mengukur laba ekonomis dalam suatu perusahaan.
Istilah EVA mula-mula diluncurkan oleh Stern Stewart Management Service, yaitu sebuah perusahaan konsultan di Amerika Serikat pada tahun 1989. Konsep EVA dipopulerkan oleh G. Bennet Stewart,III, Managing Partner dari Stern Stewart & Co dalam bukunya “The Quest for Value” pada tahun 1991. Sejak itu lebih dari 300 perusahaan di dunia mengadopsi disiplin tersebut, antara lain: Coca Cola, Quaker Oats, Boise Cascade, Briggs & Stratton, Lafarge, Siemens, Tate & Lyle, Telecom New Zealand, Telstra, Monsanto, SPX, Herman Miller, JC Penney dan US Portal Service. (Tunggal, 2001:1)


Opini

Opini



Opini merupakan hasil pemikiran, anggapan, perkiraan baik dari seseorang maupun kelompok. Opini dipengaruhi oleh unsur pribadi, sehingga sifatnya subjektif. Suatu opini diinilai benar bagi seseorang, namun belum tentu benar bagi orang lain. Misalnya uang Rp. 10.000 mungkin dianggap sedikit bagi orang kaya, namun tidak bagi orang miskin.

Ciri-ciri opini :
Kebenarannya belum pasti, ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti mungki, baranhkali, bisa jadi dan sebagainya.
Menyatakan hubungan sebab akibat.
Mengandung subjektifitas pribadi, ditandai dengan penggunaan kata ingin, mau, mampu atau terasa.
Pernyataan berupa saran, usul atau nasihat.
Pernyataan bersifat pengandaian.

Contoh kalimat opini :
Tinggal di pegunungan terasa sangat menyenangkan
Menjadi oang kaya itu tidak mudah
Ruangan ini terlalu sempit
Pemerintah harus lebih tegas dalam menghukum koruptor.
Angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.


Sumber : http://www.belajarbahassaindonesia.com

Tugas : Tips

Tips Merawat Rambut Rusak, Rontok, Kering Dan Bercabang Secara Alami


Minyak Zaitun
Minyak zaitun sudah sangat terkenal di bidang perawatan rambut, karena kaya akan kandungan vitamin A, E, C yang dapat membeerikan nutrisi pada kulit rambut dan juga rambut yang rusak tersebut. Dengan menggunakan minyak zaitun sebagai masker yang dilakukan secara rutin, maka rambut yang dulunya rusak, rontok, kering dan bercabang akan segera sehat kembali dengan cepat. Cara menggunakannya sam seperti masker rambut atau hair energy pada umumnya, setelah keramas usap rambut dengan lembut menggunaka handuk hingga setengah kering, kemudian oleskan minyak zaitun di kulit kepala dan pijat secara perlahan dan rata. Lakukan pijatan selama 5-10 menit dan oleskan minyak zaitun keseluruh helai rambut agar nutrisi dapat diserap oleh kulit kepala. Lalu diamkan selama 15 menit dan bilas dengan air bersih.

Lidah Buaya
Cara merawat dan mengatasi rambut rusak dan bercabang menggunakan lidah buaya. Menggunakan lidah buaya merupakan cara alami yang bisa dilakukan, karena kandungan getahnya yanng sudah terbukti dapat menghitamkan rambut dan membuat rambut lurus dan sehat. Caranya sangat mudah, ambil lidah buaya yang ukurannya besar, yang pastinya lebih banyak mengandung vitamin E. Lalu potong menjadi beberapa bagian kemudian dibelah. Oleskan ggetahnya ke kulit kepala dan lakukan pijatan dengan lembut. Namn sebelumnya rambut anda harus sudah dibilas terleih dahulu dengan air hangat dan keringkan setenngah kering. Setelah melakukan pijatan, oleskan keseluruh helai rambut. Kemudian diamkan selama 20  menit, lalu bilas dengan air bersih. Usahakan lakukan secara rutin 2-3 kali seminggu dalam sebulan dan lihat hasilnya

Demikian tips yang dapat disampaikan untuk mengatasi rambut rusak, rontok dan bercabang. Lakukan secara rutin dalam sebulan dan lihat hasilnya. Semoga bermanfaat.

Sumber :   http://www.cantiknsehat.com
RY Blog's © Copyright 2012. Tecnologia do Blogger
By Iâni Naíra