Ratna Yulianingthias>

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

         Arti dari cinta kasih adalah suatu perasaan ingin memberikan kasih sayang, perlindungan, kenyamanan, kebahagiaan, dan ketentraman kepada seseorang secara tulus/ikhlas tanpa ada paksaan/tuntutan dan tanpa berharap imbalan apapun. Cinta kasih bersifat universal, dapat kita berikan ke siapa saja. Bisa orang tua, teman, bahkan sahabat. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka, sayang, atau sangat tertarik hatinya. Dan kata kasih, artinya perasaan sayang, cinta atau menaruh belas kasihan.Jadi, arti cinta dan kasih itu hampir sama, dan kata kasih bisa dikatakan lebih memperkuat rasa cinta.
         Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
         Meski mempunyai arti yang hampir sama, tapi keduanya punya perbedaan. Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, kalo kasih lebih ke pengungkapan untuk mengeluarkan rasa. Kesimpulannya, berawal dari cinta yang mendalam, kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Agar cinta dan kasih dapat terwujud bisa dilakukan dengan cara :
·         Cara mewujudkan cinta ke diri sendiri bia dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
·         Cara mewujudkan cinta sesama manusia bisa dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro.
·         Cara mewujudkan cinta erotis bisa dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang sudah menikah dilandasi percintaan.
·         Cara mewujudkan Cinta Keibuan bisa dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun.
·         Cara mewujudkan Cinta kepada Allah bisa dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.
·         Cara mewujudkan Cinta kepada Rasull dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.


Sumber  :   Sekarsafira.wordpress.com

Manusia dan Penderitaan

Manusia dan Penderitaan


          Menurut saya arti dari penderitaan yaitu mengalami, menahan  atau menanggung suatu kejadian yang tidak menyenangkan atau tidak kita inginkan. Penderitaan ini bisa seperti penderitaan lahir (fisik), penderitaan fisik bisa ditangani dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkan misalnya luka/sakit lainnya. Penderitaan batin (psikis), cara penyembuhan tergantung dari manusianya dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dianggapnya sebagai penderitaan. Di dalam Al-Qur’an maupun kitab suci agama lainnya banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan manusia dan peringatan kepada manusia akan adanya penderitaan, namun manusia kurang memperhatikan peringatan itu.
          Misalnya surat Al-Insyiqoq ayat 6 dijelaskan bahwa Manusia ialah makhluk yang hidupnya penuh perjuangan.Ayat ini menjelaskan jika manusia harus bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya dengan cara menghadapi alam, menghadapi manusia disekelilingnya dan tidak lupa untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila manusia melalaikan salah satunya akibatnya manusia akan menderita. Setiap penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh baik positif maupun negatif. Sikap positif seperti sikap optimis dalam menghadapi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu hanya bagian dari kehidupan. Sedangkan sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Penderitaan manusia dapat disebabkan sebagai berikut :
·         Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan
Penderitaan manusia bisa juga terjadi karena mendapat penyakit, siksaan, bahkan azab Tuhan. Adapun cara untuk mengatasi penderitaan ini dengan kesabaran, tawakal, dan optimis jika penderita yang dialami akan ada hikmahnya.
·         Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita.

          Penderitaan pasti di alami oleh manusia. Tapi jika manusianya tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, maka depresi dan kekalutan yang akan terus dirasakan. Salah satu cara untuk terlepas dari keterpurukan adalah dengan berjuang melewati keterpurukan yang dirasakannya. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, selalu berfikir positif, dan tetap bersemangat menjalani kehidupan, merupakan contoh-contoh tindakan untuk terlepas dari hal-hal atau dampak suatu penderitaan. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, tapi jika kita terus berusaha, terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan berkurang penderitaan yang kita rasakan. Memang manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya sendiri. Allah SWT berfirman, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, kecuali manusia itu mengubah nasibnya sendiri. Jadi  Tuhan tidak akan mengubah nasib hambaNya, karena atas usaha hambaNya sendirilah yang bisa mengubah nasibnya.


Sumber :   MKDU Ilmu Budaya Dasar – Widyo Cahyo dan Achmad Muchji

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR




         Yang sering dibicarakan di ilmu budaya dasar biasanya seperti nilai-nilai tentang  kebudayaan, dan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Dan ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian ilmu budaya dasar, seperti :
1.)    Menurut E.B Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain.
2.)    Menurut Andreas Eppink, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

         Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut The Humanities. Pengetahuan budaya membahas masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya, sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, tapi ilmu mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar :
1.)    Membuat mahasiswa peka terhadap lingkungan budaya, jadi lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
2.)    Memperluas pandangan mahasiswa tentang masalah manusia dan budaya.
3.)    Memiliki latar belakang pengetahuan yang luas tentang kebudayaan Indonesia.
          
         Dari point di atas bisa disimpulkan tujuan kenapa ilmu budaya dasar perlu dipelajari. Sesuai pada Tap. MPR No.IV/MPR/1978 diadakannya ilmu budaya dasar untuk menunjang tercapainya tujuan Pendidikan Nasional, yaitu meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, terampil, tinggi budi pekertinya, kuat kepribadian terhadap tuhan bangsa dan tebal semangat kebangsaannya agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan atau cendikiawan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama – sama, bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Jadi tujuan IBD secara umum adalah Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkaitan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran tentang lingkungan budaya dapat diperluas.
Pada hakikatnya terdapat  2 ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar yaitu :
1.)    Memiliki aspek keseluruhan kehidupan antara ungkapan masalah kemanusiaan dengan budaya yang didekati dengan pengetahuan budaya.
2.)    Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi memiliki macam-macam ragam perwujudan dalam kebudayaan dari masing-masing zaman dan tempat.



Sumber :
IBD – Widyo Nugroho dan Achmad Muchji

Senseleaf.blogspot.com

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan


          Pengertian manusia menurut bahasa, manusia berasal dari kata “manu” dari bahasa Sansekerta, dan “mens” dari bahasa Latin, yang artinya berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Pengertian  manusia dalam ilmu eksakta :
·         Ilmu kimia : Manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia.
·         Ilmu fisika : Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi.
·         Ilmu biologi : Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan  makhluk mamalia.

          Kebudayaan kalo diartikan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang artinya akal/budi. Dalam bahasa latin berasal dari kata colore, yang artinya mengolah tanah. Jadi kebudayaan bisa diartikan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah tempat tinggalnya. Budaya bisa juga diartikan sebagai sekumpulan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial dan diturunkan seara turun menurun.

          Hubungan antara manusia dan kebudayaan yaitu, manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dikerjakan manusia . Di ilmu sosiologi, manusia dan kebudayaan di nilai sebagai dwitunggal, artinya biar keduanya berbeda tapi merupakan satu kesatuan. Dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan  bisa dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat,  disebut dengan dialektis. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu : Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya; Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia; Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.


Sumber :
Citrartic.wordpress.com
IBD – Widyo Nugroho dan Achmad Muchji

   

RY Blog's © Copyright 2012. Tecnologia do Blogger
By Iâni Naíra